Sisi Lain Mengembara.

Square

Berbagi Cerita

Saya selalu menikmati saat saat menggunakan kendaraan umum, bisa taxi, gocar atau gojek dengan kata lain saat mengembara.

Ketemu orang yang mungkin kemungkinan ketemu laginya sangat kecil, jadi kadang apa yang diobrolin bisa mulai sangat random atau malah sangat personal.

Saya tulis ini, karena baru saja terlibat pembicaraan seru dengan driver ojol, yang membawa saya pulang kerumah.

Awalnya karena melihat saya bawa tas kamera dia tanya, “Pake kamera apa pak? Canon atau Nikon” kemudian saya jawab “pake Sony” oh serie Alpha ya? Betul saya jawab lagi. Trus saya balik tanya , “Emang motret juga? Dia jawab iya saya motret untuk kerjaan saya dulu.

Singkat cerita sebelum jadi driver ojol, dia lama kerja dibidang interior, salah satu tugasnya motret site pekerjaan. Dan karena pandemi dia akhir nya kerja sebagai driver ojol.

Dia sempat cerita skala usaha interiornya itu besar, sudah punya workshop, pabrik dengan klien diantaranya universitas terbuka dan kemenkeu.

Lalu saya tanya, Mas mau balik lagi kerja interior atau tetap jadi driver ojol?, dia menjawab cepat, mau dan sedang berusaha ke sana.

Disisa perjalanan, saya cerita kisah supir blue bird yang mengantar saya mengejar flight pertama di suatu pagi.

Alasan klasik, pandemi yang membuat dia kerja jadi supir blue bird, sebelumnya ia operator crane untuk proyek mega struktur. Dari dia saya tahu kalau untuk jadi operator crane syarat nya tidak mudah, sebelum naik ke post nya harus diperlksa kesehatan fisik dan mental, tidak boleh konsumsi kopi, tidak dalam pengaruh obat dan konsentrasi penuh (udah macam pilot guman saya).

Saya pun bertanya, apa mau balik lagi jadi operator crane, dia jawab mau dan saya cuma bilang saya cuma bisa bantu doain semoga bisa balik lagi ke kerjaan lama.

Tidak sampai dua bulan semejak dia mengantar, karena saya masih simpan nomernya saya kontak untuk mengantar saya dari bandara.

Ternyata dia udah kerja jadi operator crane lagi, dapet mega proyek di Kalimantan. Wow

Mas gojek ikut wow juga, saya bilang walau saya ga bisa bantu karena ga punya chanel paling gak saya bisa bantu doa semoga bisa balik kerja di interior lagi.

Ga saya ga merasa doa saya makbul sih tidak, cuma setidak nya saya cuma bisa bantu itu dan sedikit gopay tips buat dia.

Saya juga pernah dapat supir blue bird, yang dari awal saya naik dia ngomong ga berhenti. Dan ternyata bener lagi punya masalah. Dia di suruh menceraikan istrinya oleh mertua nya sendiri. Cerita hidup orang emang macem macem ya.

PS : sama supir blue bird yang terakhir saya ga kasih saran apa apa saya cuma dengerin aja dia cerita. Cuma saya bilang dua hal : namanya rumah tangga cobaan nya macem macem, bisa dari anak, istri atau orang tua baik kandung atau mertua (ngalami sendiri). Terakhir saya bilang sabarin aja, karena jadi duda/janda itu ga enak ????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *