Don’t Judge People By Amounts of Follower/Likes

Square

Well kalau dulu well known quotes nya : “Don’t Judge a Book From Its Cover, nah sekarang mungkin lebih pas Don’t Judge People By Amounts of Follower/Likes

Sekarang sepertinya umum, lihat orang dari berapa banyak follower nya di sosial media, iya ga salah sih, untuk beberapa alasan  (for example Instagram) seperti akun buzzer, online shop (makin banyak follower kabarnya, makin trutsted seller) atau suatu organisasi dan lembaga, sepertinya jumlah follower adalah sebuah validasi.

Siang-siang random nulis soal akun sosial media karena terakhir sudah merasa stuck untuk terus keep the account, mungkin sebagian pernah stuck ya untuk posting, well itu yang terjadi, mau posting udah bingung mau posting apa juga, akhir nya secara sadar (tidak ada paksaan dan tidak dalam keadaan mabuk) saya putuskan, menghibahkan akun dengan 33,8 K Follower ke seseorang yang saya pikir lebih bermanfaat kalau dia gunakan.

Apa hubungan saya dengan dia ga usah kepo, siapa dia? bisa liat di bio nya @aniatproject, iya sekarang akun lama saya itu berubah jadi online shop, logo nya saya sendiri yang design, (Alhamdulillah ternyata masih punya skill design ) keterlibatan saya di situ sebatas consultan visual, untuk produk dan teknis online shop nya ownernya yang bertanggung jawab so jadi kalau teman teman ga interest dengan akun hijab online shop feel free to unfollow.

saya masih pakai instagram dengan handling @rakazt (dulu second akun dengan handling @prkzt), kalau ada teman teman yang di unfollow di akun lama mohon maaf bukan maksud tidak hormat. oh ya akun twitter juga saya deactive karena terlalu banyak kata makian di timeline jadi saya putuskan daripada saya unfollow satu satu tutup akun saja sekalian.

Kenapa bisa kasih account ke orang? karena saya bisa, saya mampu iya buat saya instagram masih platform yang enak untuk share foto, tapi sesuai judul di atas saya pribadi sudah lama muak soal follower/likes itu, mungkin pada mikir “ah frustasi aja paling soalnya follower sama likes per post nya turun ”

ga papa saya ga marah kalo di bilang frustasi, orang bebas aja mikir apa, wong gratis ga bayar, 🙂 tapi jujur walau belum posting apa apa saya malah lebih senang dengan kondisi yang sekarang, malah lebih bisa menikmati feed dan stories nya, Alhamdulillah

Mungkin yang baca tidak semua nya setuju dengan apa yang saya tulis, so kalaupun tidak setuju saya cuma bisa bilang “well we agree to disagree, case closed.

Sharing is caring!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *